Mie Ayam Made in Birmingham

Tinggal di negeri orang kadang membuat kita kangen dengan tanah air, salah satu yang dikangenin adalah makanannya, salah satu makanan yang saya kangenin adalah Mie Ayam. Saat tinggal di Jakarta cukup sering saya menyantap mie ayam yang kebetulan mangkal cukup dekat dengan kantor klien tempat saya bertugas. Sejak tinggal di Cheltenham, keinginan menyantap mie ayam sangat besar. Apalagi mie ayam pedas plus bakso, wuiiihhh…sluuurrrp.., membayangkannya saja sudah membuat produksi air liur bertambah. Hehehe.. ๐Ÿ˜€

Keinginan menyantap mie ayam-pun akhirnya terwujud saat beberapa waktu lalu seorang rekan mahasiswa mengabarkan ada rekan mahasiswa Indonesia yang mengambil program PhD di Birmingham membuka warung di Birmingham dengan nama Warung Broadway, dengan menu tetap mie ayam setiap 2 minggu sekali di tempat tinggalnya. Mendengar kabar tersebut, saya bersama rekan-rekan mahasiswa Indonesia di Cheltenham dengan semangat bertolak menuju Birmingham untuk mencicipinya.

Sesampainya disana, kami-pun berkenalan dengan Ibu Tini, mahasiswa PhD di Birmingham City University yang tinggal bersama suaminya, Pak Riza dan anak-anaknya di Birmingham. Ngobrol-ngobrol sebentar, saya-pun memesan 1 porsi mie ayam bakso, lengkap dengan tempe mendoan dan sambal pedas! Sluuurrp.., Alhamdulillah nikmatnya.. ๐Ÿ™‚

Masih belum cukup, saya tambah dengan 1 porsi ketupat sayur, masih belum cukup juga, saya pesan 1 porsi mie ayam lagi dibungkus untuk saya makan di rumah ๐Ÿ˜€ Kerinduan akan makanan Indonesia pun dapat diwujudkan setelah sekitar 7 bulan tidak mencicipi makanan khas tanah air.

Setelah perut cukup kenyang, kami-pun berbincang-bincang dengan beberapa rekan mahasiswa Indonesia lainnya yang saat itu kebetulan datang pula ke Warung Broadway. Tak lama setelah itu kami-pun pamit dan kami sempatkan untuk mendatangi Villa Park Stadium milik Aston Villa yang kebetulan tempatnya tidak jauh dari Warung Broadway. Klik..klik..agenda foto-foto menjadi kegiatan wajib saat mendatangi setiap stadion bola di Inggris ๐Ÿ˜€

Alhamdulillah, setelah 7 bulan akhirnya bisa kembali menyantap mie ayam, namun kali ini rasanya beda, karena ini adalah.. “Mie Ayam Made in Birmingham” ๐Ÿ™‚

Advertisements

Sightseeing in Bristol

Clifton Suspension Bridge

Hanya berjarak sekitar 40 menit dengan kereta dari Cheltenham membuat Bristol menjadi salah tempat pilihan saya dan teman-teman mengisi waktu di winter holiday kali ini. Setelah tiba di Bristol Temple Meads Station, dibawah hujan rintik-rintik kami-pun berjalan kaki menuju ke arah Bristol City Centre.

Sarapan di Subway, kemudian mendatangi Tourist Information Centre untukย memperoleh informasi tempat apa saja yang layak untuk

Bristol Cathedral

dikunjungi di Bristol. ย Ada banyak tempat yang layak dikunjungi di Bristol, namun mengingat keterbatasan waktu dan dana ( ๐Ÿ˜€ ), akhirnya kami memutuskan untuk hanya mengunjungi 3 tempat utama, yaitu Clifton Suspension Bridge, Cabot Tower dan Bristol Cathedral. Setelah membeli one day ticket seharga ยฃ4, kami menunggu bus untuk membawa kami ke tempat pertama, Clifton Suspension Bridge.

Cabot Tower

Clifton Suspension Bridge merupakan landmark-nya kota Bristol, jembatan indah ini mempunyai panjang 412 m dan ketinggian 75 meter diatas permukaan air sungai yang ada dibawahnya. Jembatan ini menghubungkan Clifton di Bristol dengan Leigh Woods di North Somerset. Lebih lengkap mengenai jembatan kebanggaan kota Bristol ini dapat dilihat disini.

Tujuan berikutnya adalah Cabot Tower, sebuah menara yang dibuat pada tahun 1897 yang mempunyai tinggi 32 m dan terletak di Brandon Hill Park, sebuah taman bukit yang indah yang terletak tidak jauh dari Clifton dan Bristol City Centre. Jika kita naik ke puncak Cabot Tower, maka kita dapat melihat panorama kota Bristol yang indah.

Dengan melewati Harbourside, @ Bristol dan Bristol Aquarium, kami pun mengunjungi tujuan kami yang terakhir, last but not least, Bristol Cathedral. Sebuah cathedral megah di pusat kota Bristol. ย Lebih jauh mengenai Bristol Cathedral dapat dilihat disini.

Sambil menunggu kereta, kami-pun menghabiskan waktu untuk berjalan-jalan di Bristol City Centre yang cukup ramai di sore itu. Kemudian kami menuju Bristol Temple Meads Station untuk kembali pulang ke kota kecil yang kami cintai, Cheltenham ๐Ÿ™‚

View of Bristol

First Trip to London

London Bridge

Karena permintaan pemirsa, akhirnya saya menulis juga perjalanan saya dan teman-teman ke London weekend kemarin, masih tetep sambil ditemani lagu-lagu dari Chrisye ๐Ÿ˜€

Buckingham Palace

International Student Office di kampus mengadakan event Trip to London untuk international students, dengan biaya yang relatif murah GBP 15 (return ticket), tentu saja event ini sayang untuk dilewatkan. Saya dan 3 rekan Indonesia lainnya mengikuti event ini bersama dengan rekan-rekan international student yang lainnya.

Tempat pertama yang kami singgahi adalah Buckingham Palace, selepas dari sini kami berempat-pun berpisah dari rombongan untuk meng-explore London lebih jauh, untung saja ada salah satu rekan saya yang lumayan banyak tau tentang London, jadilah beliau yang meng-guide kami untuk wara-wiri di London. Thanks Fer ๐Ÿ˜‰

Big Ben

Dengan berjalan kaki dari Buckingham Palace, kami-pun berjalan menuju ke Trafalgar Square, namun ditengah jalan kami melihat sesuatu yang menarik, tampaknya sedang akan dilakukan pergantian UK Guards (baca: Satpam Inggris .red) Kami pun menghampiri tempat tersebut dan cukup kagum juga melihat kuda-kuda mereka yang tinggi besar, kayaknya dikasih banyak vitamin tuh mereka sampe gede-gede kayak gitu.

Puas berfoto dengan mereka, perjalanan dilanjutkan ke arah Houses of Parliament dan Big Ben, namun di tengah perjalanan kembali ada hal yang cukup “mengganggu”, yaitu Downing Street, kediaman Perdana Menteri Inggris. Memang tidak boleh diperbolehkan masuk ke kompleks itu, apalagi melihat Downing Street 10 dari dekat. Namun, melihat dari gerbang cluster saja-pun sudah cukup bagi saya.

Cheltenham Boys di depan London Eye

Setelah “gangguan” tersebut, perjalanan menuju Big Ben-pun kami lanjutkan, setelah puas melihat Big Ben, Houses of Parliament dan London Eye yang berada dekat dengan Big Ben, perjalanan-pun kami lanjutkan ke Trafalgar Square yang tadi sempat tertunda, setelah itu masuk sebentar ke National Gallery yang berada di Trafalgar Square.

Kemudian perjalanan kami lanjutkan dengan London Underground Tube Train ke Piccadilly Circus, sambil menyempatkan diri makan siang disana. Setelah itu masih dengan Tube, kami-pun singgah di London Bridge. Kemudian muncul ide untuk menyempatkan diri mampir di Stamford Bridge, kebetulan hari itu ada pertandingan Chelsea melawan Everton.

Merasakan atmosfer pertandingan sejak dari Tube, kemudian berjalan ke arah stadion dengan para suporter The Blues dan berfoto di depan Stamford Bridge merupakan pengalaman yang cukup menyenangkan, apalagi jika suatu saat nanti bisa datang ke Anfield, Wow!!! ๐Ÿ˜‰

Stamford Bridge

Kemarin cukup berfoto saja di depan stadion, sambil mampir sebentar ke The Chelsea Megastore. Pengen sih nonton, tapi nggak sempet juga (cari alesan, padahal mah memang harga tiketnya juga mahal :D). Setelah puas di Stamford Bridge, perjalanan kami lanjutkan ke Oxford Street, masuk ke beberapa toko, liat-liat, pegang-pegang, tapi nggak beli, hehe..namanya juga window shopping ๐Ÿ˜‰

Akhirnya, perjalanan pun berakhir karena kami harus tepat waktu biar nggak ketinggalan bis yang akan membawa kami kembali ke Cheltenham. Fiuhhh… cukup melelahkan, tapi cukup berkesan.

It was very nice experience, visiting London for the first time.. ๐Ÿ™‚