Encouraging Competitiveness and Innovation in ITCC 2014

Mitrais’ Account Manager Edwind Arhandhika and Senior Designer Mohammad Idrus took part in Udayana University’s Information Technology Creative Competition 2014’s (ITCC 2014) final stages as judges. By becoming one of the event’s sponsors, Mitrais hoped to inspire the students to pursue their passion in the IT industry.

The purpose of ITCC 2014 is to encourage the young generation’s creativity and competitiveness. The Udayana University, located in Bali, invited Mitrais’ representatives as the external judges to assess the results of both the programming and website design competitions.

Edwind assessed the result for the programming competition for the University level. “The participants were students from universities in Bali and Java. They were invited to create web-based e-leaning systems individually within the time period provided. We had six finalists who presented their results in the last day.”

Along with two Udayana representatives, Edwind evaluated the finalists’ web-based e-learning systems. He observed that several students had the initiative and capability to give added value to their creations. “Some of them were able to create a responsive application and to add sharing capability. These were in the competition’s requirements but the insight to add popular features like that is delightful to watch.”

In the web design competition that followed, only high school students were competing. Idrus was one of the three judges appraising the finalists’ final designs. The students, in his opinion, had put a lot of thought and work into each website, as could be seen in their presentation.

“The competition was to create a website for the Udayana’s IT Department. Some of the competitors showed a lot of potential but they will need guidance to shape their talents into marketable skills,” Idrus commented. “This event provided a good opportunity for them to learn as we, the judges, gave them tips and corrections to help them improve.”

With so many creative young minds showcasing their ingenuity, Edwind hoped to witness similar occasions in the future. “It was great to see all the competitors doing their best to get to first place. Some of them exceeded our expectations! We will keep on maintaining our relationship with universities to encourage the growth of young IT professionals.”

Source: Mitrais

Advertisements

Universitas Jember Study Visit

PresentationPekan ini saya ditugaskan oleh perusahaan untuk menerima kunjungan belajar dari Jurusan Sistem Informasi Universitas Jember. Memberikan presentasi singkat mengenai company profile dan beberapa hal mengenai dunia kerja. Pertemuan yang cukup menarik dan menyenangkan, bukan hanya interaksi dan diskusi yang cukup menarik, namun juga melihat bagaimana antusiasme adik-adik mahasiswa dalam mengorek dan menggali informasi bagaimana IT secara global dilihat dari dunia kerja. Belum lagi usia mereka yang masih sangat muda, masih ada di bangku semester 2, membuat saya merasa kembali muda, melihat idealisme dan semangat mereka yang pernah saya punyai beberapa tahun yang lalu.

Sekitar 30 orang mahasiswa dipimpin oleh dosen mereka Bpk Anang menyempatkan untuk menengok kantor kami yang ada di Sanur, Bali. Berbagai pertanyaan mereka lontarkan, mulai dari prospek kerja, kemampuan teknis sampai masalah gaji 😀 Saat saya memberikan penjelasan beberapa dari mereka terlihat geleng-geleng kepala, tersenyum, dan ada pula yang terlihat sangat serius. Entah apa yang ada di benak mereka, namun tentu saja tidak semua informasi memang bisa saya ungkapkan secara terbuka. Tapi setidaknya optimisme bisa saya lihat di wajah-wajah belia mereka. Optimisme mengenai masa depan mereka yang terbentang cerah didepan mereka selepas mereka lulus dari bangku kuliah nanti.

Ada waktunya pula saya bertanya kepada Pak Anang mengenai jurusan Sistem Informasi di Universitas Jember. Saya cukup terkejut saat mendapat informasi bahwa ternyata mendapatkan satu kursi di jurusan Sistem Informasi Universitas Jember mempunyai tingkat persaingan yang sangat ketat. Artinya, mereka yang mampu masuk di jurusan ini adalah mahasiswa terpilih. Belum lagi ada beberapa mahasiswa yang masuk melalui jalur beasiswa bidik misi.

Office

Pertemuan pun ditutup dengan pemberian cinderamata dan foto bersama di depan kantor, dan undangan dari Pak Anang kepada saya untuk mampir di Universitas Jember jika saya pergi ke Jember suatu saat nanti. Sungguh merupakan suatu pengalaman yang menyenangkan berjumpa dengan adik-adik mahasiswa yang masih duduk di semester 2, sedangkan usia saya sudah mencapai hmmm….sudah mencapai usia yang cukup matang 😀

Sukses buat Jurusan Sistem Informasi Universitas Jember, saya tunggu kunjungan berikutnya 🙂

Sir, I Salute You..

Rektor (di Inggris dikenal dengan nama Vice-Chancellor), merupakan jabatan tertinggi dalam sebuah institusi pendidikan tinggi. Begitu tingginya jabatan ini sehingga cukup jarang mahasiswa mempunyai kesempatan untuk berdialog akrab dengan rektor di tempat kita kuliah. Di tanah air, saya secara pribadi belum pernah berdialog akrab dengan rektor tempat saya kuliah. Namun beberapa hari yang lalu, saya termasuk orang yang cukup beruntung dapat berdialog akrab dan hanya berdua dengan Vice-Chancellor University of Gloucestershire, Stephen Marston, dalam  acara International Merit Scholarship Reception yang diadakan di The Park Campus, University of Gloucestershire.

Dengan usia yang sudah cukup tua, ditambah dengan perawakan beliau yang tinggi dan kurus rasanya banyak orang yang tidak akan menduga bahwa beliau adalah seorang Vice-Chancellor.  Walaupun hanya sekitar kurang dari 10 menit, namun pertemuan dan dialog singkat dengan beliau memberikan kesan mendalam akan sosok Vice-Chancellor alumni dari University of Cambridge ini. Hangat, rendah hati, murah senyum dan cukup tahu tentang Indonesia adalah kesan yang saya tangkap dari Vice-Chancellor yang baru menempati posisinya sekitar 8 bulan yang lalu ini.

Gaya bicara, bahasa tubuh dan ekspresi wajah beliau sangat menghargai lawan bicaranya, tidak ada jarak antara Vice-Chancellor dengan mahasiswa, bahkan posisi tangannya yang sering ditempatkan di bagian depan tubuhnya dengan tangan kanan menggenggam tangan kiri (seperti posisi tangan pada sikap “istirahat di tempat”, namun ditempatkan di bagian depan tubuh),  membuat kita sebagai lawan bicaranya jadi kadang grogi juga karena malah beliau yang lebih rendah hati dibanding kita. Beberapa kali mengucapkan terima kasih menunjukkan betapa beliau sangat menghargai lawan bicaranya. Senyumnya yang terlihat tulus dan tidak dibuat-buat pun membuat kita lebih respek lagi dengan beliau.

Ah..tampaknya ilmu padi, “semakin berisi, semakin merunduk” sangat tepat ditujukan kepada beliau.

Mr Marston, I salute You..