Suatu Malam di Kemayangan

Bagi warga yang tinggal di Bali, keberadaan rumah makan kepiting kemayangan mungkin sudah tidak asing lagi, di rumah makan ini disajikan kepiting dengan bumbu hitam dan merah yang khas dan harga yang reasonable.

Mengawali weekend minggu lalu, saya dan teman-teman group makan siang plus beberapa orang bintang tamu mendatangi rumah makan tersebut, sekedar untuk mencicipi kembali rasa khas kemayangan plus juga melepas beberapa orang teman yang akan relokasi ke kantor Bandung dan Yogya dalam waktu dekat ini.

Hmmm..berkumpul dengan mereka semua seperti melepas penat, setelah seharian berkutat dengan pekerjaan, waktu yang tepat adalah menghabiskan malam sambil menikmati kepiting dan haha hihi bersama mereka semua. Topik haha hihi-nya pun sangat beragam. Demi menjaga kredibilitas, objektivitas dan netralitas dari blog ini, sebaiknya topik-topik tersebut tidak usah saya bahas disini 😀

Sebagai catatan, mereka semua adalah para software engineer handal dengan rentang usia yang berbeda cukup jauh dengan  saya. Ayo, yang disebut software engineer handal tolong tidak usah dibarengi dengan kembang dan kempis begitu hidungnya 😀

But it’s true…very true, mereka adalah para software engineer handal pilihan yang walaupun topik haha hihi nya kadang nggak jelas, mengkhawatirkan, mengerikan dan kadang menjijikan, mereka sangat perform dalam bekerja dan selalu memberikan yang terbaik kepada client mereka. Tak jarang client memberikan apresiasi yang tinggi kepada kinerja mereka. Keep up the good work ya Guys! 🙂

Sesuai janji saya, please find below our legacy at Kemayangan on last Friday 🙂 Thanks Ravi for sharing us the picture 🙂

DSC_1285 - Copy - Copy

Advertisements

Encouraging Competitiveness and Innovation in ITCC 2014

Mitrais’ Account Manager Edwind Arhandhika and Senior Designer Mohammad Idrus took part in Udayana University’s Information Technology Creative Competition 2014’s (ITCC 2014) final stages as judges. By becoming one of the event’s sponsors, Mitrais hoped to inspire the students to pursue their passion in the IT industry.

The purpose of ITCC 2014 is to encourage the young generation’s creativity and competitiveness. The Udayana University, located in Bali, invited Mitrais’ representatives as the external judges to assess the results of both the programming and website design competitions.

Edwind assessed the result for the programming competition for the University level. “The participants were students from universities in Bali and Java. They were invited to create web-based e-leaning systems individually within the time period provided. We had six finalists who presented their results in the last day.”

Along with two Udayana representatives, Edwind evaluated the finalists’ web-based e-learning systems. He observed that several students had the initiative and capability to give added value to their creations. “Some of them were able to create a responsive application and to add sharing capability. These were in the competition’s requirements but the insight to add popular features like that is delightful to watch.”

In the web design competition that followed, only high school students were competing. Idrus was one of the three judges appraising the finalists’ final designs. The students, in his opinion, had put a lot of thought and work into each website, as could be seen in their presentation.

“The competition was to create a website for the Udayana’s IT Department. Some of the competitors showed a lot of potential but they will need guidance to shape their talents into marketable skills,” Idrus commented. “This event provided a good opportunity for them to learn as we, the judges, gave them tips and corrections to help them improve.”

With so many creative young minds showcasing their ingenuity, Edwind hoped to witness similar occasions in the future. “It was great to see all the competitors doing their best to get to first place. Some of them exceeded our expectations! We will keep on maintaining our relationship with universities to encourage the growth of young IT professionals.”

Source: Mitrais

Catatan Seorang Pemimpi

DreamPemimpi, suatu kata yang telah melekat didalam diri saya. Sejak kecil sudah mimpi ingin punya ini dan itu, ingin menjadi ini dan itu. Semakin bertambah usia, semakin tinggi pula mimpi tersebut. Setelah tercapai mimpi yang satu, terbitlah mimpi selanjutnya. Buatlah agar tetap seperti itu agar hidup kita semakin seru dan semakin hidup.

Mimpi saja jelas tidaklah cukup tanpa disertai kerja keras dan doa. Tapi yang jelas bagi saya mimpi itulah yang akan membawa saya bekerja lebih keras dan lebih giat dalam berdoa, dan pada saat kita telah meraih mimpi tersebut, rasanya akan sangat indah. Sehingga kita akan lebih menghargai mimpi yang sudah kita capai tersebut.

Mimpi bukanlah hal instan yang bisa dicapai dalam waktu sekejap, perlu tahapan-tahapan yang harus kita lalui agar mimpi itu dapat kita raih. Mimpi bagi setiap kita pun mungkin saja berbeda, ada yang mimpi meraih kesuksesan, jabatan, pendidikan tinggi, kemapanan ekonomi, naik haji dan lain sebagainya. Namun hendaklah kita jalani itu setapak demi setapak, langkah demi langkah. Seorang lulusan Akademi Militer pun tidak ada yang langsung menjadi Jenderal bukan? Namun dia harus menapaki dulu Letnan Dua, Letnan Satu, Kapten, Mayor, Letnan Kolonel, Kolonel baru setelah itu masuk ke level perwira tinggi, itupun masih melewati 3 tahap penambahan bintang terlebih dahulu sebelum berpangkat Jenderal bintang empat. Begitupun dengan karyawan karir (Kecuali bagi mereka yang orang tuanya pemilik perusahaan) yang harus melewati karir dari seorang staf biasa, hingga menjadi Direktur, seperti yang dialami oleh seorang direktur salah satu bank nasional terkemuka di Indonesia.

If we couldn’t dream, our lives wouldn’t mean anything anymore (Georg Kaiser – The Raft of the Medusa)

Jika kita tidak dapat bermimpi, hidup kita tidak akan berarti lagi –  begitu kata Georg Kaiser, seorang sastrawan Jerman. Jika kata “mimpi” terlihat sangat tinggi dan seolah kita tidak akan mampu meraihnya, maka mimpi bisa kita terjemahkan sebagai cita-cita. Dan setiap orang harus mempunyai cita-cita dalam hidupnya. Jika tidak punya cita-cita, apa yang akan kita cari dalam hidup ini? Niscaya hidup yang hanya sekali-kalinya ini akan sangat tidak berarti jika kita tidak mempunyai cita-cita. So, live our dreams!

* Hmm..nggak tau kenapa tiba-tiba sore ini pengen nulis mengenai mimpi, terlebih setelah menyadari ruangan kerja saya tepat diapit oleh ruangan CEO di sebelah kanan dan ruangan seorang Vice President di sebelah kiri 🙂