Karir, Personal, Dunia: On

Minggu dini hari, jam 01:46 AM WITA, jam segini biasanya kelopak mata sudah saling bertemu dengan sempurna, tapi entah kenapa kali ini Om Kantuk belum juga tiba, masih bermalam mingguan di tempat hiburan malam di daerah Legian sepertinya. Sambil menunggu beliau, di malam yang dingin ditambah hujan yang cukup deras di daerah Pemogan ini tiba-tiba saja muncul panggilan untuk menulis di blog yang sudah cukup lama vakum ini, sayang juga kalo US$18 dipake bayar domain, tapi nggak ada tulisan yang dipublish sepanjang tahun. Walaupun nggak ada ide mau nulis apa, tapi biarkanlah tulisan ini mengalir apa adanya, ini murni biar uang yang dipake buat bayar domain jadi nggak mubazir.

Sebagai seorang karyawan yang bekerja di sebuah perusahaan IT terkemuka di Indonesia (Uhuk..uhuk..), dan sebagai pribadi yang mempunyai kehidupan personal (Lah..personal dengan pribadi sepertinya sami mawon Bang), serta sebagai pemerhati segala berita di dunia ini (Mode pengamat: On),  maka saya bagi saja tulisan di dini hari kali ini menjadi 3 segmen, yaitu Karir, Personal dan Dunia.

Karir: On

April ini genap 4 tahun saya mencari nafkah di pulau dewata, so far Alhamdulillah betah-betah aja. Baik di lingkungan kerja, maupun di rumah (Mmm..maksudnya kos). Istri pun Alhamdulillah sepertinya betah-betah juga jadi istri saya (Eh..). Bekerja di sebuah perusahaan yang dijalankan secara profesional (Uhuk..uhuk..lagi) membuat saya merasa bertanggung jawab untuk berbuat yang terbaik, ya walaupun masih ada kekurangan di sana sini, masih ada room for improvement. Hubungan dengan superior dan team saya pun Alhamdulillah berjalan dengan baik, komunikasi lancar, kerjasama lancar dan saya pun selalu menerima gaji dengan lancar. Jadi mode lancar: On dan semoga saja akan selalu On.

Personal: On

Nah..ini dia yang seru, saat ini saya dan istri ada dalam kegalauan yang sangat cukup, maksudnya porsi galaunya sangat pas gitu, dalam keadaan cukup yang setimbang, nggak kebanyakan, tapi juga nggak kesedikitan (Kesedikitan? Pilihan kata macam apa itu?!). Tapi galaunya positif, intinya adalah pertanyaan besar apakah rumah yang sudah saya dan istri beli di Jakarta pada tahun 2007 lalu itu akan dijual atau tidak? Kegalauan ini bermula saat ada seseorang yang berminat membeli rumah tersebut. Mengingat rumah tersebut adalah rumah pertama buat saya dan istri, rumahnya tidak terlalu besar tapi cukup nyaman, lingkungannya pun tentram, aman sentosa dan juga lokasinya cukup strategis  – ada di antara kawasan segitiga berlian (Berlian lho, bukan emas lagi) Serpong, Bintaro dan Ciledug. Namun disisi lain, rumah tersebut juga kecil kemungkinan akan saya tinggali, bahkan jika suatu hari nanti saya harus kembali kerja di Jakarta (Ingat, masih “jika” lho ya). Setelah mempertimbangkan ini dan itu, this and that (Kalau plural form nya these and those), akhirnya saya dan istri memutuskan untuk… (Mode membuat penasaran: On)

Dunia: On

Di negara kita, saat ini pemberitaan tengah didominasi dengan Pilkada Jakarta. Walaupun saya cukup mengikuti perkembangannya, tapi terus terang saya agak malas mendiskusikan ini di ruang publik, khawatir ego masing-masing yang akan mendominasi sehingga ujung-ujung nya malah membuat percikan konflik dengan teman, tetangga, kerabat, sahabat pena dan handai tolan (Udah lama juga nggak denger kata ini, hmm..”handai tolan”, kata yang cukup unyu-unyu).

Saat ini saya lebih tertarik mengikuti sepak terjang  seorang Donald John Trump sebagai Presiden Amerika Serikat ke-45, terlebih saat ini dia baru saja menandatangani executive orders mengenai kebijakan imigrasi dan pembangunan tembok di perbatasan Amerika Serikat dengan Meksiko. Ini juga yang membuat Trump seperti membuka konflik dengan Presiden Meksiko, Enrique Pena Nieto. Bahkan bukan tidak mungkin kedepan Amerika Serikat malah bisa jadi nggak semesra dulu dengan tetangganya yang lain (Kanada) dan sekutu terdekatnya di Eropa (Inggris), apalagi setelah Justin Trudeau dan Theresa May memberikan pendapat mereka terhadap kebijakan imigrasi Amerika Serikat. Mari kita amati (Mode pengamat: On) kebijakan-kebijakan lain dari Trump dan respon dunia dalam menyikapinya. Yang jelas, pada pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 2020 nanti, saya sangat berharap untuk menyaksikan Paul Ryan tampil dari GOP dan Michelle Obama mewakili Partai Demokrat untuk bersaing menjadi presiden Amerika Serikat yang ke-46.

Hmm..sudah jam 02:08 AM waktu di Bali. Mari saya sudahi tulisan ini, lain kali mungkin saya akan kembali mengisi blog ini saat Om Kantuk pulang telat dari dugem lagi.

Karir, personal, dunia: Off.

Salam!

 

Advertisements