Sebuah Harapan Baru

Sebuah Harapan BaruA New Hope, begitulah Time – sebuah majalah berita internasional – memuat judul di cover edisi terbarunya, lengkap dengan foto wajah seseorang yang kemarin baru saja dilantik menjadi Presiden ke-7 dari sebuah negara bernama Indonesia. Sebuah harapan baru dari ratusan juta manusia di negeri ini plus sebuah hajatan dari para relawan yang menyambut pelantikannya sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan dari bangsa yang besar ini. Euforia yang begitu besar dari masyarakat kita yang juga ternyata gaungnya sampai ke negara-negara tetangga di sekitar kita. Hingga salah satu klien dari Australia dalam suatu email menuliskan kalimat, “I guess you will now be watching your new Presidentโ€™s inauguration โ€“ it is on the TV here so I will go and take a look..” ๐Ÿ˜€ Ternyata dia cukup antusias juga dalam mengikuti perkembangan politik di negeri ini. Tapi marilah kita ganti topik dan cukupkan sampai disini diskusi politiknya sambil berharap dan berdoa presiden baru kita ini tetap istiqamah, punya tekad yang kuat dan bekerja optimal demi memperbaiki bangsa ini dalam segala hal. Dan masing-masing kita, tentu saja punya andil untuk membuat bangsa kita menjadi lebih baik dengan cara kita masing-masing.

Sebuah Harapan Baru tentu saja dapat diejawantahkan dalam banyak hal. Dalam kehidupan sehari-hari misalnya, kita banyak berharap agar keadaan yang saat ini kita alami dapat berubah menjadi keadaan yang lebih baik. Adik bungsu saya dapat saya jadikan contoh, baru saja hari sabtu kemarin si bungsu ini di wisuda dari salah satu jurusan yang cukup “mengerikan” – setidaknya cukup mengerikan untuk saya ๐Ÿ˜€ – di ITB, Teknik Fisika. Nah, harapan si bungsu ini tentu kemudian adalah mendapatkan pekerjaaan yang baik atau mungkin mendapat beasiswa untuk melanjutkan kuliah S2 di luar negeri. Atau misalnya bagi para pegawai kantor, harapan baru mungkin saja naik level, naik posisi, naik jabatan atau naik gaji. Bagi seorang pengusaha, harapan baru dapat ditranslate menjadi membuat lini usaha baru, kantor cabang baru ataupun mencetak target laba perusahaan yang lebih tinggi. Sebagian kita juga mungkin berharap bisa punya rumah baru, mobil baru, bisa umrah, naik haji dan lain sebagainya. Namun, tentu saja harapan itu hanya akan sekedar menjadi semu jika tanpa disertai tekad yang kuat dan berusaha keras untuk menggapainya.

Sebuah Harapan Baru biasanya akan membuat kita lebih termotivasi, lebih semangat dan lebih optimal dalam menggali segala potensi yang kita punya. Kinerja yang mulai turun akan meningkat, otot yang mulai kaku akan melentur, otak yang mulai tumpul akan melancip, mata yang mulai mengantuk akan mulai awas, sikap pesimis akan menjadi optimis, dan aura negatif yang ada di diri kita perlahan-lahan akan berubah menjadi positif yang pada akhirnya akan mendorong kita untuk berjuang agar harapan baru itu dapat terwujud.

Sebuah Harapan Baru untuk presiden baru, sangat relevan untuk kita jadikan momentum bagi kita untuk juga membuat harapan baru agar dapat membuat diri kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Selamat Bekerja Pak Presiden! ๐Ÿ™‚

Advertisements