Berbagi itu (memang) Indah

ImageBeberapa hari yang lalu komunitas muslim di kantor mengadakan acara buka puasa bersama di sebuah rumah makan di kawasan Kuta. Ini adalah acara buka puasa saya yang pertama dengan komunitas muslim kantor. Kesempatan bertemu dan ngobrol secara langsung dengan rekan-rekan dari kantor Kuta pun menjadi terbuka. Wajah-wajah yang biasanya hanya berkomunikasi lewat chat dapat bertemu di dunia nyata. Tidak ada yang terlalu istimewa dengan acara buka puasanya, namun kehadiran puluhan anak yatim piatu-lah yang membuatnya menjadi lebih berkesan. Acara pun dibuka dengan tilawah dari perwakilan anak yatim, kemudian tausiah dari seorang ustadz, kemudian dilanjutkan dengan berbuka puasa dan Sholat Maghrib berjamaah.

Bahagia rasanya dapat melihat anak-anak yatim tersenyum bahagia dan gembira. Saya yakin, ada diantara mereka yang kelak mampu menjadi pemimpin umat di masa depan, Insya Allah. Saya merasa sangat berbahagia dapat berbagi dengan mereka. Acara pun ditutup dengan foto bersama komunitas muslim kantor dengan mereka semua. Coba liat, begitu bahagianya wajah-wajah mereka bukan?

2

Ah..berbagi itu memang indah.. 🙂

Advertisements

Sebongkah Emas atau Segenggam Berlian?

Pernahkah Anda mendengar pepatah “Bagai buah simalakama, jika dimakan matilah Bunda, tak dimakan matilah Ayah”. Hal itu menggambarkan dua pilihan yang harus kita ambil, namun keduanya adalah hal yang sama buruknya. Dapat dibayangkan jika kita berada pada situasi tersebut, sungguh akan sulit memilih jalan mana yang akan kita ambil.

Namun pernahkah Anda mengalami situasi dimana Anda harus memilih salah satu dari dua pilihan yang sama baiknya? Memang menyenangkan mempunyai plihan-pilihan yang baik, namun kebingungan juga yang akan dihadapi jika keduanya kita lihat sama baiknya, sama menjanjikannya, sama cemerlangnya, sama nilainya, sama manfaatnya dan sama resikonya. Sungguh kita akan dihadapkan pada situasi yang sulit, seperti jika kita harus memilih antara “sebongkah emas” atau “segenggam berlian”, mana yang akan kita pilih?

Ah..tapi kenapa tokh kita harus bingung. Sebagai manusia yang beragama, tentu kita punya pijakan, punya sandaran, punya tempat mengadu, punya tempat meminta dan memohon yang terbaik. Dan yakinlah, Dia akan menunjukkan mana pilihan yang terbaik untuk kita.

Jadi kenapa harus bingung, yuk kita Sholat Istikharah! 😉

*Ditulis pada sore hari yang cerah, di suatu ruangan yang cukup nyaman di lantai 3 sebuah kantor di Sanur, Bali