Hidup ini Indah..

Malam ini saat mencari-cari literatur di internet mengenai topik disertasi yang akan saya ambil, tiba-tiba salju datang menghampiri Cheltenham, setelah kemarin sempat “iri” karena melihat foto istri dengan background salju yang cukup tebal di Brussels, akhirnya salju datang juga di Cheltenham. Sebagai orang Indonesia, datangnya salju menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu, setelah pada Desember dan Januari salju tak juga turun, akhirnya di Februari, salju mulai datang menyapa. Alhamdulillah… 🙂

Salju di Cheltenham

Sebenarnya tidak ada yang terlalu istimewa dengan salju, hanya butiran es yang jatuh dari langit, hehehe.. :D. Namun karena salju tidak turun di Indonesia, butiran es yang jatuh tersebut menjadi sangat istimewa dan ditunggu-tunggu oleh mahasiswa asing yang berasal dari negara tropis. Bahkan rekan flat saya yang dari Malawi sangat girang melihatnya. Tuh..dia masih teriak-teriak di luar sendirian 😀

Salju yang datang-pun seakan menjadi hiburan di tengah rutinitas kuliah dan rasa sepi yang kadang melanda. Saat melihat turunnya salju di halaman belakang, pikiran-pun menerawang jauh hingga mengingat kehidupan yang telah dan sedang saya alami sampai saat ini. Yang Maha Kuasa telah memberikan saya kehidupan yang begitu indah, belum ideal memang, namun saya mencoba untuk menjadi seorang hamba yang selalu bersyukur. Setiap orang mempunyai jalan hidup dan cobaan yang berbeda, namun hendaknya kita selalu bersabar dan bersyukur untuk setiap hal yang terjadi pada kehidupan kita.

Pikiran membawa saya kembali ke masa kecil, saat segala keprihatinan dan keterbatasan menjadi semboyan keluarga kami saat itu. Namun kenangan itu tak akan pernah hilang dari ingatan, ada yang menyedihkan, namun banyak pula yang membahagiakan. Tak terasa kenangan itu sudah lebih dari 20 tahun berlalu.

Saat masih kecil, mulai kelas 2 atau kelas 3 SD saya mempunyai sebuah buku tulis yang saya isi dengan daftar penemu di dunia, cover-nya saya masih ingat begambar tengkorak, saya nggak tau apakah buku itu masih ada atau tidak. Sekitar 150 lebih tokoh dunia saya tulis disitu dengan penemuannya masing-masing, mulai dari… James Watt, Thomas Alva Edison, Alexander Graham Bell, Anthony van Leuuwenhoek, Ibnu Sina, sampai… George Stephenson, James Clerk Maxwell, Blaise Pascal dan Roald Amundsen saya tulis di buku itu dengan berbagai penemuannya. Saya semangat sekali kalo mengisi buku itu, saat kecil dulu sih hafal satu persatu, kalo sekarang mah boro-boro, hehehe.. 😀

Ingatan saya juga mengalir ke saat kecil dimana saya bisa minum susu sampai 8 gelas sehari, bahkan dengan ritual “kunosot” dan “antiksot” yang saya sendiri nggak tau kenapa ada ritual seperti itu (anak kecil yang aneh .red). Ada juga kenangan yang cukup membuat sedih saat saya harus mengantri kupon untuk jatah daging kurban pada saat Idul Adha, karena saat itu keluarga saya tidak mampu untuk berkurban. Juga pada saat saya diminta ibu saya untuk menghitung berapa buah kue titipan ibu  yang tersisa di warung milik tetangga. Hehehe..itu kenangan masa lalu yang tidak akan pernah saya lupakan, but good or bad, it was part of my life 😉

Dalam hidup, berusaha adalah sebuah keniscayaan, namun berdoa adalah wujud berserah diri kepada Yang Maha Kuasa agar kita ditunjukkan kepada skenario hidup yang terbaik untuk kita. Seperti saat ini, saat saya harus menjalani LDR (Long Distance Relationship .red) dengan istri. Tidak mudah memang, namun kita akan lebih memahaminya jika kita yakin inilah skenario terbaik dari Sang Maha Pencipta untuk kita.

Di sisi lain, kenangan merupakan  pengalaman yang berharga untuk kita berfikir dan bertindak saat ini dan bagaimana kita merencanakan masa depan. Hal yang baik tentu akan kita ambil, namun hal yang buruk tentu harus kita tinggalkan. Namun siapapun kita, apapun kehidupan yang kita punya, jika kita terus bersabar dan bersyukur dalam hidup kita semua akan setuju bahwa hidup ini indah…. 😉

Advertisements