Menunggu Juli…

Di tengah berbagai kekisruhan yang melanda negeri kita, mulai dari kisruh politik, kisruh PSSI sampai kisruh-kisruh lainnya. Di tengah euforia Barcelona mengalahkan Manchester United untuk menjuarai Liga Champions. Di tengah rentetan kemenangan fenomenal Sebastian Vettel di ajang Formula 1. Di tengah Final NBA yang mempertemukan Miami Heat dan Dallas Mavericks, Di tengah berbagai kemelut di timur tengah, terutama di Yaman, Syria dan Libya. Di tengah Semi Final Turnamen Tenis Perancis Terbuka yang saling mempertemukan The Big 4 (Nadal vs Murray dan Djokovic vs Federer). Di tengah berita kabar Obama didenda karena menyebabkan kemacetan di Inggris. Di tengah ancaman terhentinya impor sapi dari Australia. Dan di tengah kegiatan istri yang sedang dipijat (hehehe..). Rasanya saat ini cukup tepat untuk memenuhi blog ini dengan catatan-catatan yang mungkin tidak begitu penting.

Menunggu biasanya merupakan kegiatan yang membosankan, kadang kita berusaha untuk mencari kegiatan lain yang dapat “membunuh” waktu. Menunggu juga dapat menjadi hal yang mendebarkan, harap-harap cemas, hal ini biasanya terjadi jika kita menunggu sesuatu yang mempunyai dampak yang cukup besar bagi kehidupan kita.

Harap-harap cemas, ya..perasaan inilah yang saat ini sedang saya alami, menunggu..menunggu bulan Juli datang dan menghampiri, menunggu sesuatu yang dapat menjadi pertanda ke-arah mana masa depan ini berlabuh. Menunggu Juli rasanya lama sekali, padahal tinggal 1 bulan lagi atau mungkin 1 bulan lebih jika yang ditunggu itu baru datang pada akhir Juli.

Ya..pada akhir Juli tersebut saya dapat mengambil keputusan secara pasti tentang apa yang akan saya lakukan di masa yang akan datang, saat ini mungkin bayangan itu sudah ada, pilihan-pilihan sudah tersedia, namun kepastiannya itulah yang harus saya tunggu hingga Juli.

Senantiasa berharap dalam kecemasan mungkin adalah hal yang manusiawi, tapi keyakinan bahwa ada Yang Maha Kuasa yang pasti akan selalu memberikan yang terbaik kepada umat-Nya yang selalu ber-ikhtiar, bersabar dan bersyukur atas segala keputusan-Nya harus selalu kita yakini.

Banyak pengalaman hidup yang saya alami kadang sulit diterima oleh logika, jika kita bisa ibaratkan kehidupan kita dalam suatu pola tertentu, maka saya pernah alami bahwa terdapat suatu pola yang biasa terangkai dengan rapi dan kontinu dalam jangka waktu yang lama, namun tiba-tiba berubah pada saat itu dan hanya sekali itu saja, untuk kemudian kembali ke pola lamanya. Saya yakin ada kekuatan Maha Dahsyat yang merubah pola tersebut, mengapa Sang Maha Besar merubah pola tersebut? Saya tidak (akan pernah) mampu menjawabnya, tapi saya yakin, mungkin ada sedikit andil doa yang kita panjatkan kepada-Nya. Maka itu, saya selalu percaya akan kekuatan doa.

Hanya doa yang saat ini dapat saya panjatkan, agar Juli nanti hal terbaiklah yang akan saya dapatkan dan keputusan yang terbaiklah yang akan saya ambil, Insya Allah.

Menunggu Juli.. ya, akhir Juli..

Advertisements