Saya sudah menikah

Seringnya bekerja di client, menuntut saya harus dapat berkomunikasi dengan semua kalangan dan tingkatan, dari direksi sampai user operasional. Komunikasi ini sangat penting untuk dapat menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dengan aplikasi yang saya tangani. Bahasa yang berbeda mungkin harus saya pergunakan dalam menghadapi berbagai level user tersebut, level management dan direksi biasanya lebih konseptual, visioner dan cenderung serius, sedangkan level operasional biasanya lebih praktis, aktual dan cenderung lebih akrab.

Banyaknya karakter user membuat saya harus mampu bersikap sesuai dengan karakter mereka, ada yang lebih suka ngomong (sehingga saya harus menjadi pendengar yang baik), ada yg selalu protes (sehingga saya harus lebih sabar menghadapinya) namun ada pula yang mampu memahami persoalan sehingga lebih objektif dalam menilai suatu keadaan.

Keakraban dengan user itu pulalah yang kemudian membuat banyak interpretasi user tentang saya, mulai dari mengira saya orang bule (padahal ga’ banget dan jauh pisan), saya keturunan suatu suku dan ras tertentu (padahal ga banget juga), sampai ada yg mengira saya belum menikah. Untuk yang terakhir ini, saya sempat beberapa kali menjelaskan kepada beberapa orang bahwa saya sudah menikah, namun tampaknya informasi itu belum merata tersebar ke semua user, sampai barusan ada lagi yang menelepon dan kembali harus saya jelaskan….saya sudah menikah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s