Bridal Shower Om Mantri

Mengutip dari Wikipedia, “A bridal shower is a gift-giving party held for a bride-to-be in anticipation of her wedding.” Tapi kali ini bridal shower kita dedikasikan untuk groom-to-be. Iyes..Om Mantri akan mengakhiri masa lajangnya tidak lama lagi. Si bride biasanya happy sekali saat sahabat dan teman-temannya mengadakan bridal shower untuknya, tapi groom kita kali ini terlihat sangat stres, lihat saja ekspresinya…

IMG_7511 - Copy
Disaat orang-orang disekitarnya tersenyum, si Om groom-to-be ini terlihat begitu tertekan, penuh dengan beban yang semacam begitu beratnya membebani pikirannya, bola mata melihat keatas, pupil melebar, mulut menganga tak lupa perut pun agak membuncit.

Di kesempatan lain ekspresi beliau juga belum berubah secara signifikan..

Villa

Mari kita doakan saja semoga Om Mantri bahagia menjalani kehidupan berumah tangga dengan Tante Mantri, semoga sakinah, mawaddah warrahmah 🙂

P.S. Cewek berkacamata yang duduk tepat disebelah saya pada foto kedua sedang mendambakan seorang cowok yang mapan, sholeh, setia dan bertanggung jawab 😉

Advertisements

Tulisan ini dibuat..

Akhirnya kembali menulis di website yang manfaatnya nggak begitu seberapa dan kurang berbobot ini 😀 Biarlah tetap demikian adanya, karena sudah banyak website yang menulis dengan topik yang serius dan berbobot walaupun kadang jadi membuat kita tambah bingung. Jadi, biarlah website ini menjadi media tulis dengan bobot dan kualitasnya cukup rendah 😀 Tulisan ini dibuat saat tidak ada rencana untuk berkegiatan secara produktif di hari ini dan beberapa hari setelah menerima email notifikasi bahwa perpanjangan pembayaran domain akan dilakukan 30 hari kedepan, jadi sayang sekali kalo website ini nggak diisi dengan tulisan, regardless apakah tulisan itu berkualitas atau tidak 😀

Tulisan ini dibuat saat warga Perancis melakukan pemilu untuk memilih Presiden berikutnya sebagai pengganti François Hollande. Tahapan pemilu ini sudah memasuki putaran ke-2 dimana Emmanuel Macron akan bertarung dengan Marine Le Pen. Sebenarnya ada satu nama lain yang sempat menjadi kandidat favorit, François Fillon, namun Fillon sudah gugur di putaran pertama karena hanya menjadi peraih suara terbanyak ke-3 setelah Macron dan Le Pen. No offense, tapi secara pribadi saya lebih ingin Macron yang menjadi presiden Perancis berikutnya, bukan karena dia baru berusia 39 tahun dan punya kehidupan cinta yang penuh drama dengan istrinya, Brigitte, tapi lebih kepada sikap politiknya dalam memimpin Perancis kedepan. Siapapun yang menang, semoga dapat membawa pengaruh positif untuk Perancis, Eropa dan Dunia.

Tulisan ini (juga) dibuat tepat dengan hari terakhir diselenggarakannya Indonesia International Motor Show 2017 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta. Pameran otomotif terbesar di Indonesia ini biasanya menjadi salah satu agenda untuk didatangi saat mencari nafkah di ibukota beberapa tahun yang lalu. Yang jelas kalo dateng kesana nggak ada rencana beli mobil atau motor, tapi cuman window shopping, duduk di kabin mobil-mobil baru, tanya ini itu, dan kumpulin brosur, udah gitu doang 😀

Nggak tau kenapa kalo ngomongin otomotif bawaannya cukup semangat, padahal ngerti mesin pun nggak dan dalam waktu dekat ini mau beli mobil juga nggak, maklum Menteri Keuangan Rumah Tangga dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Rumah Tangga belum menyetujui pembelian mobil baru 😀 Cuman seneng aja ngeliat dan mengamati mobil-mobil baru (dan akhir-akhir ini motor baru) yang di launching di event-event otomotif di tanah air ini, dan IIMS bukanlah sebuah pengecualian. Nah, tahun ini ada beberapa tipe mobil yang dijual di tanah air yang sempat “mengganggu” konsentrasi saya dalam menjalani kehidupan ini, beberapa diantaranya adalah Chevrolet Trax,  Honda CR-V Turbo, Mazda CX-3, BMW X1, Renault Megane, VW Scirocco dan Mercedes GLA. Kedepan, list ini sangat mungkin akan bertambah panjang mengingat Honda Civic Hatchback dan Toyota C-HR belum resmi masuk ke tanah air.

Selain itu, tulisan ini (juga) dibuat pada hari dimana ada seseorang yang sedang menyusun puzzle 1000 pieces, dan si suami dari seseorang tersebut dilarang ikut andil dalam penyusunan puzzle tersebut 😀 Dan akhirnya, tulisan ini (juga) dibuat sambil menunggu siaran langsung laga super big-match di Go-Jek Traveloka Liga 1 antara Persib Bandung dan Persipura Jayapura, tumben kali ini Carlton Cole diturunkan jadi starter oleh Coach Djanur. Semoga saja kali Persib bisa menang, Hidup Persib! 🙂

Karir, Personal, Dunia: On

Minggu dini hari, jam 01:46 AM WITA, jam segini biasanya kelopak mata sudah saling bertemu dengan sempurna, tapi entah kenapa kali ini Om Kantuk belum juga tiba, masih bermalam mingguan di tempat hiburan malam di daerah Legian sepertinya. Sambil menunggu beliau, di malam yang dingin ditambah hujan yang cukup deras di daerah Pemogan ini tiba-tiba saja muncul panggilan untuk menulis di blog yang sudah cukup lama vakum ini, sayang juga kalo US$18 dipake bayar domain, tapi nggak ada tulisan yang dipublish sepanjang tahun. Walaupun nggak ada ide mau nulis apa, tapi biarkanlah tulisan ini mengalir apa adanya, ini murni biar uang yang dipake buat bayar domain jadi nggak mubazir.

Sebagai seorang karyawan yang bekerja di sebuah perusahaan IT terkemuka di Indonesia (Uhuk..uhuk..), dan sebagai pribadi yang mempunyai kehidupan personal (Lah..personal dengan pribadi sepertinya sami mawon Bang), serta sebagai pemerhati segala berita di dunia ini (Mode pengamat: On),  maka saya bagi saja tulisan di dini hari kali ini menjadi 3 segmen, yaitu Karir, Personal dan Dunia.

Karir: On

April ini genap 4 tahun saya mencari nafkah di pulau dewata, so far Alhamdulillah betah-betah aja. Baik di lingkungan kerja, maupun di rumah (Mmm..maksudnya kos). Istri pun Alhamdulillah sepertinya betah-betah juga jadi istri saya (Eh..). Bekerja di sebuah perusahaan yang dijalankan secara profesional (Uhuk..uhuk..lagi) membuat saya merasa bertanggung jawab untuk berbuat yang terbaik, ya walaupun masih ada kekurangan di sana sini, masih ada room for improvement. Hubungan dengan superior dan team saya pun Alhamdulillah berjalan dengan baik, komunikasi lancar, kerjasama lancar dan saya pun selalu menerima gaji dengan lancar. Jadi mode lancar: On dan semoga saja akan selalu On.

Personal: On

Nah..ini dia yang seru, saat ini saya dan istri ada dalam kegalauan yang sangat cukup, maksudnya porsi galaunya sangat pas gitu, dalam keadaan cukup yang setimbang, nggak kebanyakan, tapi juga nggak kesedikitan (Kesedikitan? Pilihan kata macam apa itu?!). Tapi galaunya positif, intinya adalah pertanyaan besar apakah rumah yang sudah saya dan istri beli di Jakarta pada tahun 2007 lalu itu akan dijual atau tidak? Kegalauan ini bermula saat ada seseorang yang berminat membeli rumah tersebut. Mengingat rumah tersebut adalah rumah pertama buat saya dan istri, rumahnya tidak terlalu besar tapi cukup nyaman, lingkungannya pun tentram, aman sentosa dan juga lokasinya cukup strategis  – ada di antara kawasan segitiga berlian (Berlian lho, bukan emas lagi) Serpong, Bintaro dan Ciledug. Namun disisi lain, rumah tersebut juga kecil kemungkinan akan saya tinggali, bahkan jika suatu hari nanti saya harus kembali kerja di Jakarta (Ingat, masih “jika” lho ya). Setelah mempertimbangkan ini dan itu, this and that (Kalau plural form nya these and those), akhirnya saya dan istri memutuskan untuk… (Mode membuat penasaran: On)

Dunia: On

Di negara kita, saat ini pemberitaan tengah didominasi dengan Pilkada Jakarta. Walaupun saya cukup mengikuti perkembangannya, tapi terus terang saya agak malas mendiskusikan ini di ruang publik, khawatir ego masing-masing yang akan mendominasi sehingga ujung-ujung nya malah membuat percikan konflik dengan teman, tetangga, kerabat, sahabat pena dan handai tolan (Udah lama juga nggak denger kata ini, hmm..”handai tolan”, kata yang cukup unyu-unyu).

Saat ini saya lebih tertarik mengikuti sepak terjang  seorang Donald John Trump sebagai Presiden Amerika Serikat ke-45, terlebih saat ini dia baru saja menandatangani executive orders mengenai kebijakan imigrasi dan pembangunan tembok di perbatasan Amerika Serikat dengan Meksiko. Ini juga yang membuat Trump seperti membuka konflik dengan Presiden Meksiko, Enrique Pena Nieto. Bahkan bukan tidak mungkin kedepan Amerika Serikat malah bisa jadi nggak semesra dulu dengan tetangganya yang lain (Kanada) dan sekutu terdekatnya di Eropa (Inggris), apalagi setelah Justin Trudeau dan Theresa May memberikan pendapat mereka terhadap kebijakan imigrasi Amerika Serikat. Mari kita amati (Mode pengamat: On) kebijakan-kebijakan lain dari Trump dan respon dunia dalam menyikapinya. Yang jelas, pada pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 2020 nanti, saya sangat berharap untuk menyaksikan Paul Ryan tampil dari GOP dan Michelle Obama mewakili Partai Demokrat untuk bersaing menjadi presiden Amerika Serikat yang ke-46.

Hmm..sudah jam 02:08 AM waktu di Bali. Mari saya sudahi tulisan ini, lain kali mungkin saya akan kembali mengisi blog ini saat Om Kantuk pulang telat dari dugem lagi.

Karir, personal, dunia: Off.

Salam!